Home / Rubrik / Berita

Diterlantarkan Ayah, Rizki Piatu Pencari Rongsokan di Jeneponto Terima Bantuan Rumah Yatim

gambar-headline
Sulawesi Selatan Post Views: 13

Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan pada Kamis (25/1) kemarin menyalurkan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako dan perlengkapan mandi mencuci untuk Rizki (11), piatu tangguh di Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Bantuan tersebut berasal dari aksi penggalangan dana Rumah Yatim secara daring di platform donasionline.id, yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup Rizki dan kakeknya selama beberapa bulan kedepan.

 

Menurut penuturan Adam, salah satu relawan Rumah Yatim Sulsel, Rizki dan kakeknya terlihat sangat senang ketika menerima bantuan ini. Kepada Adam, mereka mengatakan jika baru kali ini menerima bantuan dengan jumlah yang banyak.

"Mereka pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan ini. Mereka berdoa semoga para donatur diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, dimudahkan semua urusannya dan diberikan pahala yang berlimpah oleh Allah," tuturnya.

 

Lebih Lanjut, Adam bercerita jika Rizki sudah lama tinggal bersama kakeknya dikarenakan Ibunya sudah meninggal dunia ketika Rizki berusia satu bulan. Sementara ayahnya pergi menelantarkan Rizki sesaat setelah ibunya meninggal.

Sehari-hari kakek Rizki bekerja serabutan dan mencari rongsokan, namun sudah setahun ini kondisi sang kakek melemah dan sering sakit-sakitan karena faktor usia dan kesehatan, sehingga tidak bisa setiap hari bekerja.

Tidak mau merepotkan kakeknya, akhirnya Rizki berinisiatif membantu dengan menjadi pencari rongsokan setiap pulang sekolah. Penghasilan yang didapat Rizki tidak banyak, yakni hanya 5 ribu saja. 

 

"Penghasilan yang didapat Rizki dan kakeknya sangatlah kecil, jadi mereka seringnya makan hanya sekali agar bisa berhemat, terkadang mereka juga tidak makan sama sekali karena uang yang mereka dapat belum cukup untuk membeli seliter beras," katanya.

Tidak hanya kesulitan membeli beras, Rizki pun kesulitan membeli perlengkapan sekolah. Setiap hari ia berangkat ke sekolah menggunakan tas, sepatu dan tas yang sudah lusuh dan rusak. Meskipun begitu, Rizki tidak pernah banyak mengeluh, justru ia selalu rajin sekolah agar bisa menjadi anak pintar dan kelak menjadi anak sukses.

 

"Rizki dan kakeknya sangat layak dibantu dan layak menerima bantuan ini. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan berkah untuk mereka, serta menjadi ladang pahala, kebaikan dan berkah untuk para donatur yang telah memberikan bantuan ini melalui perantara Rumah Yatim," tandasnya.


Author

img-author

Sinta Guslia

1 tahun yang lalu